LATIHAN MENIUP BOLA PINGPONG DALAM PENINGKATAN PENGUCAPAN KONSONAN BILABIAL PADA ANAK TUNARUNGU KELAS D2/B DI SLB B/C PARAMITA GRAHA BANJARMASIN
DOI:
https://doi.org/10.47239/jgdd.v1i2.50Keywords:
latihan meniup, konsonan bilabial, anak tunarunguAbstract
Selama organ bicaranya masih baik, hal ini tidak menutup kemungkinan seorang tunarungu dapat berbicara. Siswa tunarungu terkadang dapat menyebutkan identitas dirinya, namun pengucapan konsonan yang tidak terdengar jelas dan hampir hilang. Kemampuan bicara tunarungu sering terjadi kesalahan yang muncul akibat dari terganggunya pernapasan yang sering tidak digunakan dalam berbicara sehingga menjadi kaku. Perlu adanya latihan pernapasan sebelum melakukan tahap lanjutan bicara anak tunarungu yaitu latihan meniup secara letupan dengan menggunakan media bola pingpong. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan pengucapan konsonan bilabial /b/ melalui latihan meniup bola pingpong. Metode yang digunakan adalah eksperimen, dengan pola Single Subject Research (SSR) desain A-B-A. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yang diperoleh dari tes perbuatan dan dokumentasi yang divisualisasikan melalui grafik garis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan meniup bola pingpong dapat meningkatkan pengucapan konsonan bilabial /b/ pada anak tunarungu kelas D2/B di SLB B/C Paramita Graha Banjarmasin.
References
Afiati, D.H. (2017). Pelaksanaan Bina Wicara Pada Anak Tunarungu di SLB Negeri 2 Bantul (The Implementation of Bina Wicara to Deaf Students in SLB Negeri 2 Bantul. Widia Ortodidaktika 6(5): 449–62.
Arifin, M. (2013). Bina Bicara Berbasis Komunikasi Total Terhadap Kemampuan Bicara Pada Anak Tunarungu Di SMPLB. Jurnal Pendidikan Khusus 3(3).
Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian. Rineka cipta.
Depdikbud. (2000). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Edisi Ke 3. Jakarta, Indonesia: Balai Pustaka.
Haenudin, H. (2013). Jakarta: PT Luxima Metro Media Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus Tunarungu.
Hernawati, T. (2007). Pengembangan Kemampuan Berbahasa & Berbicara Anak Tunarungu. Jurnal JASSI_anakku 7(1): 101–10.
Humaera, S. (2017). Teknik Penanganan Terapi Wicara Untuk Melatih Kemampuan Bahasa Bicara Anak Tunarungu (Studi Kasus Di SDIT Dauroh Curug-Tangerang). Skripsi, Universitas Islam Negeri "SMH" Banten.
Indriati, E. (2015). Kesulitan Bicara & Berbahasa Pada Anak. Prenada Media.
Isnendes, R. (2005). Semiotika Siliwangi Pada Masyarakat Sunda. Jurnal Bahasa & Sastra 5(2): 71– 80.
Mansell, J. (2010). Raising Our Sights: Services for Adults with Profound Intellectual & Multiple Disabilities. Department of health, London.
Nakken, H. & Carla V. (2007). A Need for a Taxonomy for Profound Intellectual & Multiple Disabilities. Journal of Policy & Practice in intellectual Disabilities 4(2): 83–87.
Poppes, P., Van der Putten, A. J. J., & Vlaskamp, C. (2010). Frequency & Severity of Challenging Behaviour in People with Profound Intellectual & Multiple Disabilities. Research in developmental disabilities 31(6): 1269–75.
Purbaningrum, E. (2008). Modul Bina Persepsi Bunyi & Bina Bicara. Surabaya: Universitas Negeri Surabaya.
Rahman, A. (2018). Implementasi Kegiatan Ekstrakurikuler Bagi Peserta Didik Tunarungu Di SMPLB. Jurnal Pendidikan Khusus 10(2).
Sadja’ah, E. (2005). Gangguan Bicara Bahasa. Bandung: San Grafika. 81
Sadjaah, E. & Dardjo S. (1995). Bina Bicara, Persepsi Bunyi & Irama. Bandung: Departemen Pendidikan & Kebudayaan.
Sardjono, P. & Pradoto, K. (2005). Pengkajian Sastra. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sunanik, S. (2013). Pelaksanaan Terapi Wicara & Terapi Sensori Integrasi Pada Anak Terlambat Bicara. Nadwa 7(1): 19–44.
Sunanto, J. K. T. & Nakata, H. (2005). Pengantar Penelitian dengan Subjek Tunggal. Universitas Tsukuba: Crice.
Tawney, J. W. & Gast. D. L. (1984). Single Subject Research in Special Education. Columbus, OH: Charles E.
Winarsih, M. (2010). Pembelajaran Bahasa Bagi Anak Tunarungu. Perspektif Ilmu Pendidikan 22 (XIII): 103–13.
Yanti, D. (2012). Penatalaksanaan Terapi Wicara Pada Tuna Rungu. Akrab: ECG.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Fithri Aulia Azizah (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




