MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA TUNARUNGU DENGAN E-CASH MATEMATIKA DI SMK NEGERI 3 PROBOLINGGO
DOI:
https://doi.org/10.47239/jgdd.v1i2.52Keywords:
e-cash, minat, siswa tunarungu, student centredAbstract
Matematika adalah bahasa simbol karena matematika terdiri dari simbol-simbol yang padat arti dan berlaku secara universal (umum). Matematika merupakan pelajaran yang wajib diberikan pada semua siswa pada tiap jenjang pendidikan, termasuk siswa tunarungu yang berada pada pendidikan inklusi. Berdasarkan gaya belajar siswa Tunarungu yang visual, guru menyajikan pembelajaran Matematika dengan menggunakan media E-CASH (Exploration Calculator Sheets). Bahasa Matematika yang disajikan dengan KeyLog pada kalkulator sebagai visualisasi prosedur dan penyajian masalah Matematika “w1w515=z6=12=3=4=12====”. Penyajian instruksi Matematika menggunakan KeyLog dapat digunakan sebagai pengganti bahasa lisan guru terhadap siswa Tunarungu dalam memberikan materi persamaan linear dan materi lainnya, sehingga siswa dapat memahami apa yang disajikan guru di kelas secara klasikal (siswa ABK dan reguler) dan untuk memberikan keterampilan mengoperasikan/prosedur Matematika secara tepat. Hasil yang dicapai dari kegiatan pembelajaran matematika pada pendidikan inklusif SMK Negeri 3 Probolinggo dengan menggunakan E-CASH menunjukkan bahwa minat siswa secara signifikan meningkat dilihat dari aktivitas siswa mengikuti pelajaran Matematika, keterlibatan siswa, ketertarikan siswa akan pelajaran Matematika, dan perhatian siswa pada saat proses pembelajaran meningkat dari 40,28% menjadi 68,54%. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran di kelas mulai bergeser dari teacher centred ke student centred dan kelas menjadi lebih kondusif
References
Ahmadi, H.A. & Supriyono, W. (2013). Psikologi Belajar Edisi Revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Booth, T. & Ainscow, M. (2002). Index for Inclusion: Developing Learning and Participation in Schools.
ERIC. Dewayani, A. D. (2016). Model Pembelajaran Think Talk Write (Ttw) Terhadap Hasil Belajar pemecahan Soal Cerita Bilangan Bulat Matematika Siswa Tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus 8(1).
Fitriawan, R. (2016). Peningkatan Keterampilan Vokasional Melalui Pelatihan Cetak Sablon Kaos Bagi Anak Tunarungu Kelas XII di SLB Bakti Putra Ngawis. Widia Ortodidaktika 5(9): 895–907.
Hasan, S. A. & Muryantinah, M.H. & M Psych. (2014). Hubungan Antara Dukungan Sosial Teman Sebaya Dengan Penyesuaian Diri Siswa Tunarungu Di Sekolah Inklusi. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan 3(2): 128–35.
Hernadi, J. (2008). “Metoda Pembuktian dalam Matematika.” Jurnal Pendidikan Matematika 2(1): 1–13
Malatista, B. R, & Eko S. (2012). Model Pembelajaran Matematika Untuk Siswa Kelas IV SDLB Penyandang Tunarungu & Wicara dengan Metode Komtal Berbantuan Komputer. Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi 7(1).
Mansell, J. (2010). Raising Our Sights: Services for Adults with Profound Intellectual & Multiple Disabilities. Department of Health, London. Mardiana, L. (2016). Metode Multisensori Artikulasi Terhadap Kemampuan Membaca Menulis Huruf Al-Qur’an Permulaan dengan Model At-Tartil Jilid 1 Siswa Tunarungu. Jurnal Pendidikan Khusus 8(1).
Moores, D F. (2001). Educating the Deaf: Psychology, Principles, & Practices. Houghton Mifflin Boston. Nakken, H. & Carla V. (2007). A Need for a Taxonomy for Profound Intellectual & Multiple Disabilities. Journal of Policy & Practice in Intellectual Disabilities 4(2): 83–87. Patmawijayanti, I, D. (2016). Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Berbasis Lingkungan untuk Meningkatkan Kosa Kata Anak Tuna Rungu Kelas 1 Sekolah Dasar Luar Biasa Mardi Mulyo Kretek Bantul. Widia Ortodidaktika 5(2): 121–32.
Poppes, P., Van der Putten, A.J.J & Vlaskamp, C. (2010). Frequency & Severity of Challenging Behaviour in People with Profound Intellectual & Multiple Disabilities. Research in developmental disabilities 31(6): 1269–75.
Rahman, A., Farida A., & Abdullah S. (2019). Pengembangan Media Video Bimbingan Konseling Untuk Mengurangi Perilaku Bullying. Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling: Jurnal Kajian Psikologi Pendidikan & Bimbingan Konseling 4(2): 129–36.
Ratumanan, T. G. & Theresia L. (2016). Analisis Penguasaan Objek Matematika (Kajian Pada Lulusan SMA Di Provinsi Maluku). Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia 1(2).
Salim, A. (2015). Pembelajaran Matematika Berbasis Komputer dengan Metode Multikomunikasi Untuk Siswa Kelas IV SDLB Penyandang Tuna Rungu & Wicara. Jurnal Techno Nusa Mandiri 12(1): 77–95.
Slameto. (2010). Belajar & Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta, Indonesia: PT Rineka Cipta. Wahbi, A. & Bey, A. (2017). Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Faktorisasi Suku Aljabar Ditinjau dari Objek Matematika pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 15 Kendari. Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika 3(1): 17–30.
Weismann, I. Th. J., Ismail, T., & Abdullah, S. (2018). The Development of Multicultural Based Cooperative Learning Model. The Social Sciences 13(1): 1–6. Winarsih, M. (2007). Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan Intervensi Dini Bagi Anak Tunarungu Dalam Pemerolehan Bahasa.
Wuwungan, N. (2016). Peran Komunikasi Interpersonal Guru & Siswa Tunarungu dalam Meningkatkan Sikap Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Pembina Luar Biasa Provinsi Kalimantan Timur. eJournal Ilmu Komunikasi 4(4).
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Dwi Anggraeni (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




