PENGGUNAAN MEDIA VIRTUAL LABORATORY UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP MATERI DAN KEMANDIRIAN SISWA MELAKUKAN PRAKTIKUM
DOI:
https://doi.org/10.47239/jgdd.v4i2.373Keywords:
Virtual Laboratory, Pengusaan Konsep, KemandirianAbstract
Belajar dari rumah menuntut perubahan yang nyata dari kebiasaan yang dilakukan guru. Pembelajaran Biologi khususnya, tidaklah pada aspek kognitif belaka, Biologi identik dengan pengamatan objek yang dilakukan secara praktikum di laboratorium. Kebingungan penulis untuk mengatasi masalah praktikum dimasa pandemi, berawal dari permasalahan, “Media pembelajaran apa yang dapat digunakan sebagai pengganti praktikum pada konsep materi struktur hewan di kelas XI?” Penggunaan media Virtual Laboratory dirancang sedemikian rupa untuk memberikan jawaban terhadap permasalahan yang penulis hadapi. Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan penguasaan konsep dan kemandirian siswa melakukan praktikum pada materi struktur jaringan hewan. Penelitian ini jenis penelitian pra eksperimen dengan menggunakan angket untuk mengetahui tingkat kemandirian siswa serta menggunakan hasil belajar sebagai indikator meningkatnya penguasaan konsep materi pada peserta didik. Hasil penelitian diperoleh, bahwa penggunaan media Virtual Laboratory dapat meningkatkan kemampuan penguasaan konsep materi siswa, ditunjukkan dari hasil belajar yang lebih baik dari materi yang sebelumnya, dengan perolehan kategori amat baik sebesar 37.0%, 53.3% kriteria baik, dan meningkatkan kemandirian siswa sebesar 85.65. Media Virtual Laboratory dapat juga dijadikan alternatif pengganti praktikum, bagi sekolah yang tidak memilik alat bahan yang lengkap. Media ini juga dapat meningkatkan motivasi peserta didik untuk melaksanakan praktikum secara mandiri.
References
Ahmad Srikandi, Pengembangan Media pembelajaran Laboratorium unutk Mengatasi Miskonsepsi pada Materi Fisika Inti di SMA 1 Banten
Ansori, M. S. Z. (2013). Rancangan Bangun Virtual Laboratory Experimentation Fisika dalam Pokok Bahasan Induksi Magnet dan Elektromagnet. Skripsi Program Studi Pendidikan Ilmu Komputer Fakultas PMPA:Universitas Pendidikan Indonesia.
Asyhar, R. (2012). Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi Jakarta.
Bethi Marsini Turip, Penguasaan Konsep IPA dalam Interaksi Kelas, murnal Pendidikan,2000, hal 173 s.d 454
Ferreira, Sousa, Nafalski, Machotka, Nedic, 2010. “Collaborative learning based on a micro-ebserver remote test controller”, Bridgeport, University of South Australia,
Kamus besar bahasa Indonesia. Diakses dari https://zaifbio.wordpress. com/2013 / 04 / 28/ kemandirian-belajar (16 Maret 2015)
Mudjiman, Haris. (2011). Belajar Mandiri. Surakarta: UNS PRESS.
Nazipah. (2013). (Artikel Ilmiah). Pengaruh Penggunaan Laboratorium Virtual Terhadap Psikomotor Siswa Pada Praktikum Larutan Penyangga Kelas XI IPA SMA Islam Al-Falah Jambi. Artikel Ilmiah Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas KIP: Universitas Jambi.
Razi, P. (2013). Hubungan Motivasi dengan Kerja Ilmiah Siswa dalam Pembelajaran Fisika Menggunakan Virtual Laboratory di Kelas X SMAN Kota Padang. Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan. Vol. 6 No. 2, 121.
Rusman, K, D dan Riyana. C. (2012). Pembelajaran Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.
Sagala,Syaiful.2006. Konsep dan Makna Pembelajaran.Bandung: Alfabeta. Sanjaya,Wina. 2006. Strategi pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana prenadia Gruop.
Santoso, H. (2009). Pengaruh Penggunaan Laboratorium Riil dan Laboratorium Virtuil pada Pembelajaran Fisika Ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Siswa. Tesis Program Pascasarjana: Universitas Sebelas Maret Surakarta.
Smaldino, S. E, Lowther, D. L, dan Russel, J.D. (2012). Instructional Technology & Media For Learning. Jakarta: Kencana.
Yamin, Martinus . 2010. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta :GP Press Group
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Asnita Wati (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.




